Rabu, 07 Desember 2011
Segelas Kopi Penuh Ironi
Segelas kopi hitam pekat sedikit berbusa
Menemaniku pagi ini
Mengawali hariku yang cerah, hari yang indah
Berita koran pagi belum aku baca, tergeletak di atas meja
Tapi dari melihat judul-judulnya saja
Aku merasa yakin betapa suram nasib bangsa ini kelak dikemudian hari
Teguk kopi pertama
Sejumlah politisi Senayan diperiksa KPK
Teguk Kopi Kedua
Prilaku amoral semakin mewabah
Teguk kopi ketiga
Kesenjangan sosial semakin melebar
Teguk kopi keempat
Demo kaum buruh menuntut keadilan
Teguk kopi kelima
Aku bertekad berhenti membeli koran
Kopi hitam pekat telah tandas
Yang tersisa hanya ampas kopi di dalam gelas
Mungkin begitu juga yang tersisa bagi anak-cucu generasi bangsa
Dan nanti akan dicatat dalam sejarah
Generasi sekarang hanya meninggalkan timbunan berjuta-juta masalah.
Jakarta, Nov. 2011
Puisi terkait
Penyesala Tiada Akhir
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar