Terbelenggu
gerak jawaku
Oleh
nafsu yang mengikat
Oleh
cinta yang membutakan
Oleh
segala keinginan
Mungkin
mata hatiku telah buta
Oleh
gemerlap warna dunia
Gemerlap
yang melemahkan hasrat kejiwaan
Hasrat
dari roh ketuhanan
Wahai
diri aku bertanya
Sampai
dimana engkau terlena
Akankah
sampai waktunya tiba
Hingga
engkau kembali menjadi tanah
Jiwaku
yang malang terbelenggu sang badan
Menangis
ia dalam penyesalan
Mengapa
aku dijadikan
Aku,
katanya
Ingin
kembali dalam pangkuan
Dalam kesucian di hadapan Tuhan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar