Laman

Senin, 20 Agustus 2012

TERBELENGGU

Terbelenggu gerak jawaku
Oleh nafsu yang mengikat
Oleh cinta yang membutakan
Oleh segala keinginan

Mungkin mata hatiku telah buta
Oleh gemerlap warna dunia
Gemerlap yang melemahkan hasrat kejiwaan
Hasrat dari roh ketuhanan
 Wahai diri aku bertanya
Sampai dimana engkau terlena
Akankah sampai waktunya tiba
Hingga engkau kembali menjadi tanah

Jiwaku yang malang terbelenggu sang badan
Menangis ia dalam penyesalan
Mengapa aku dijadikan
Aku, katanya
Ingin kembali dalam pangkuan
Dalam kesucian di hadapan Tuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar