Tak disangkah saat kerinduan terbayar tuntas
Cintaku padamu ikut kandas
Bersama datangnya satu kabar Dikala kau selipkan sebuah kartu undangan pernikahan
Kartu undangan itu bagaikan bara api di tanganku
Panas perihnya kurasakan di hati
sebagai pria tak mungkin aku meneteskan air mata
tapi sebagai manusia hatiku menjerit, menangis seperti anak kecil yang minta dibelikan mainan
Tapi cintaku padamu bukan permainan
Bukan juga barang dagangan
Itu yang tidak kau pahami
Itu yang membuat kamu mau untuk dijodohkan
Itu yang membuat aku sadar bahwa cintamu padaku tidak seperti yang aku harapkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar