Laman

Selasa, 16 Februari 2010

SERPIHAN RINDU

Sa’at kerinduan tiba-tiba datang tanpa dapat kutampik
Menyeruak masuk di lerung hati Tanpa permisi
Kepadamu, ya kepadamu
Semuanya terbayang jelas dalam ingatan
Tawamu, tawaku
Candamu, candaku
Sedihmu, sedihku
Marahmu, marahku
Tanpa memberi ruang bagi rasa benci dan dendam
Seolah-olah baru saja kemarin kita berjumpa
Dan sa’at kembali kusadari betapa sang waktu begitu cepat berganti
Adakah satu saja yang layak untuk kita kenang
Atau layak untuk kita banggakan
Sa’at kita muda, sa’at semua terasa begitu mudah
Pada sa’at kini kita merasa begitu tua
Ah betapa pilu hatiku, kenapa sang waktu tak mau menunggu
Jakarta, 15 February 2010

Rindu ini bahasa hati
Benih cinta dari timbunan sejarah
Andai saja sang waktu mau berbalik arah
Akan kupahat ornamen-ornamen indah di dinding sejarah
Dan pada sa'atnya nanti akan aku ceritakan pada dunia
Yang baik-baik tentangmu
Yang indah-indah tentang kita
Biar semua tahu, betapa sangat berartinya dirimu bagiku
Jakarta, 16 February 2010

Sahabat, kutulis puisi ini untukmu
Sebagai panggilan jiwa, pelepas kerinduan
Sebagai kabar berita, masih ada namamu di hatiku
Dan 'kan selalu kujaga di sepanjang masa, di sisa umurku
Dan pada sa'atnya nanti kuingin kembali bertemu
Denganmu, ya denganmu
Jakarta, 17 February 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar