Seakan masih terdengar di telinga, tawamu, candamu
Masih terbayang di pelupuk mata setiap gerak tubuh bahkan seyumanmu Dan ketika kembali aku tersadar....
Rambut memutih, gemerutuk tulang-belulang yang kian merapu
Seraut wajah di cermin nampak tua penuh keriput
Dari wajah yang tak pernah kukenal sebelumnya
Siapa kamu, tanyaku pada bayangan di cermin yang usang
Suaraku terdengar bagai dengungan lebah, lemah dan bergetar
Sunyi, sepih tak ada jawaban hanya suara 1,2 dengus napas yang kian lelah
Suara napasku
Kemudian rasa takut menikamku dari depan, belakang, samping, atas, bawah menghujam deras kepusat hati
Aku yang menua, rapuh ditelan ganasnya masa
Aku mulai sadar dalam ketakutan
Tak mungkin 'kan kembali masa yang tertinggal
Kini aku tinggal menunggu ajal datang
Selamat datang, salam.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar